Pages

Friday, December 2, 2011

Masalah Qada' dan Qadar (Ajal, Rezeki , Nasib Baik dan Buruk serta Jodoh)

(ini antara pegangan ulama-ulama ASWJ yang aku rasa sedikit bermasalah dan sangat Jabbariyah)
(ini pegangan yang sedikit berbeza dgn yang sebelumnya, sedikit Jabbariyah atau semi-deterministik. Namun bagi aku, pegangan seperti ini dapat ditoleransikan)

Qada' dan Qadar adalah perihal yang paling ramai orang bermasalah dan menemui konflik hatta di kalangan para ulama' ASWJ.. Ini mungkin disebabkan oleh kurangnya renungan dan pemikiran yang mendalam tentang perkara ini dari segi logik dan saintifik. Rata-rata, ulama-ulama ASWJ tidak mempelajari ilmu-ilmu FILUSIFAT atau FALSAFAH seperti mana tokoh-tokoh saintis Islam yang ratanya terdiri daripada mereka yang bermazhab syiah dan berbangsa Parsi... Disebabkan keengganan ulama' ASWJ untuk memperluaskan ilmu dalam bidang FALSAFAH dan belajar secara bertaklid, maka hasilnya ramailah manusia yang mula mempersoalkan kerja-kerja Tuhan dan juga berputus asa dengan nasib.. Apatah lagi ramai yang mempersoalkan nasib yang menimpa diri mereka ini, dituduh oleh ulama sebagai penderhaka agama meskipun mereka sebenarnya hanya mencari jawaban kepada persoalan akidah yang masih kabur dikalangan ASWJ.

Hari ini ramai di kalangan orang MELAYU-ISLAM yang hanya berserah pada nasib dan hanya memujuk hati dengan mengucapkan.. "itu semua ketentuan Allah"... atau "wamakaru wamakarallah" atau "kita hanya merancang, Allah tentukan"... erm.. mungkin ini adalah disebabkan kedangkalan akal yang cetek dan tiada integrasi dalam ilmu2 sains dan konsep equilibrium fizik yang dipelajari..

Maka, oleh sebab hal yang demikian itu, ramailah kelompok manusia yang dalam hidupnya berusaha setakat cukup syarat sahaja, tapi tak berusaha sedaya mungkin dan cuba untuk membaiki kekurangan dalam usaha untuk mencapai kesan atau efek atau pun takdir yang terbaik mahupun lebih baik dalam hidupnya.. (Tambahan pula, MELAYU ISLAM kita cukup ego untuk mengaku kesalahan dan kelemahan diri yang hasilnya mereka lari daripada untuk menghadapi kelemahan itu.. "Ah! Semuanya salah Tuhan.." - Aku cukup pantang dengan konsep seperti itu. Merendahkan dan menyekutukan Tuhan)

(Ah.. mungkin sahaja pelajaran itu semua hanya untuk dicoret atas kertas peperiksaan.. duh... -.-!)

(tak ramai ASWJ yang betul-betul memikirkan dengan dalam dua konsep ini, melainkan, menggunakan ustaz taklid mereka sebagai benteng pertahanan memperlecehkan kefahaman orang lain)

Okay.. Permasalah ni dikemukakan oleh seorang sahabat aku yang bermazhab ahlulbait pada guru kami... lebih kurang macam ni...

"Salam warahmah, ustaz, apakah ajal, rezeki, jodoh dan nasib baik dan buruk telah ditentukan Allah sebelum lahir lagi yakni dicatat oleh malaikat sebelum dilahirkan ke dunia?

bukanlah semua ahlu sunnah yang bermasalah dalam qada' dan qadar, tapi ramai yang semakin menular menyebarkan salah faham benda nih..

Korang boleh tgk sendiri konsep yang salah tu dalam cerita KCB atau 'Ketika Cinta Bertasbih'..
punyalah aku kondem kesalahan konsep yang dibawak dalam cerita tuh.. alih2 aku pulak kena caci.. alahai.. kita nak tolong orang.. orang lempar najis pula.. apa2lah... mungkin sebab dorg rasa dorg tu lebih Islamik kot.. haha..~
lalu ini jawabannya dari guru kami:

"Kami menemukan hadis yg sama di dalam Nahjul Fasahah ttg itu, namun hadis tersebut tidak sejalan dgn Al Quran dan ikhtiyari yg telah Allah anugerahkan kpd manusia...

Sunni percaya bahawa ajal, rezeki, nasib baik dan buruk telah ditentukan Allah bahkan sebelum dia lahir lagi....ini JABARIYYAH atau DETERMINISM

Determinisme bermakna bahwa manusia terpaksa dan tidak memiliki kebebasan dalam seluruh aktifitas dan perbuatannya. Para teolog Asy’ariah (penganut paham Determinisme), sekaitan dengan aktifitas dan perbuatan manusia, berpandangan bahwa manusia terpaksa dalam setiap perbuatannya dan sama sekali tidak memiliki kehendak, ikhitiar dan kebebasan. Mereka menyandarkan seluruh perbuatan manusia itu kepada Tuhan. Karena itu, menurut mereka, manusia laksana benda-benda dan bebatuan yang dilemparkan dari atas jatuh ke bawah dan lintasan gerakan dari atas ke bawah ini dilalui tanpa adanya kebebasan yang dimilikinya dan lintasan tersebut dilalui secara paksa.

Redaksi “jabr” tatkala mengemuka dalam masalah pokok-pokok akidah maka hal itu bermakna bahwa manusia dalam setiap perbuatan yang dilakukannya tidak memiliki kebebasan dan kehendak. Ia tidak dapat memilih yang baik juga tidak dapat menolak yang buruk, melainkan apapun yang dilakukannya adalah mengikut kehendak dan ikhtiar Tuhan.

Karena itu, penganut paham Determinisme (Jabariyun) meyakini bahwa manusia dalam setiap perbuatannya adalah terpaksa dan sama sekali tidak memiliki ikhtiar bagi dirinya. Ikhtiar (freewill) berlawanan dengan Determinisme yang bermakna bahwa setiap perbuatan dan aktifitas manusia dilakukan berdasarkan kebebasan dan ikhtiar yang dimilikinya.

Menurut hemat kami, keyakinan seperti adalah keyakinan absurd dan batil. Lantaran keyakinan sedemikian, pertama, tidak sejalan dengan keadilan Ilahi. Kedua, berseberangan dengan tujuan pengutusan para nabi. Ketiga, bertolak belakang secara lugas dan tegas dengan sebagian ayat al-Qur’an. Keempat memiliki konsekuensi dan akibat sosial yang buruk bagi mereka yang meyakininya.

Syiah berpandangan bahwa segala perbuatan dan aktifitas yang dilakukan manusia merupakan perbuatan manusia lantaran dilakukan berdasarkan kebebasan dan ikhtiarnya serta pada saat yang sama juga adalah perbuatan Tuhan lantaran inti keberadaan dan seluruh potensi eksistensial manusia diberikan Tuhan kepada manusia. Dengan kata lain, perbuatan Tuhan merupakan perbuatan yang menjadi embrio bagi perbuatan-perbuatan manusia dan perbuatan manusia adalah perbuatan langsung karena secara langsung dilakukan oleh manusia. Pandangan ini secara terminologis disebut sebagai “al-amr baina al-amrain” (perkara di antara dua perkara, in between).

Pemikiran Determinisme di samping tidak memiliki argumen-argumen yang standar dan dapat diterima juga bertentangan dengan sebagian dasar-dasar agama seperti:

1. Bertentangan dengan keadilan Ilahi. Sementara Allah Swt berfirman: “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang menegakkan keadilan; para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Qs. Ali Imran [3]:18) Di hari Kiamat, Allah Swt akan memperlakukan hamba-hamba-Nya berdasarkan keadilan dan tiada seorang pun yang akan mendapatkan ketidakadilan pada hari itu. “Kami akan menegakkan timbangan yang adil pada hari kiamat, lalu setiap jiwa tidak akan dirugikan barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun, pasti Kami mendatangkannya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (Qs. Al-Anbiya [21]:47) Apakah hal ini mencerminkan keadilan ketika manusia secara terpaksa dan deterministik melakukan sebuah perbuatan dan kemudian dihukum sebagai pendosa dan penjahat?[Karena menurut pandangan ini (Determinisme) manusia tidak memiliki kehendak dan ikhtiar]

2. Berseberangan dengan pengutusan para nabi: Al-Qur’an menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama pengutusan para nabi adalah pengajaran (taklim) dan pendidikan (tarbiyah).[“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul dari golongan mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka kitab (Al-Qur’an) dan hikmah, meskipun mereka sebelum itu benar-benar terjerumus dalam jurang kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Jumuah [62]:2) ]

Dan suatu hal yang jelas bahwa apabila manusia melakukan setiap perbuatan secara terpaksa dan deterministik maka pengutusan para nabi tidak akan berarti dan sia-sia saja. Lantaran berita gembira (basyârat) dan peringatan (indzâr) yang mereka sampaikan tidak menyisakan pengaruh pada setiap perbuatan dan amalan manusia.

Dalam pada itu, apabila kita menafikan adanya kehendak dan ikhtiar manusia serta memandang bahwa manusia sama sekali tidak memiliki peran positif dalam perbuatannya sama sekali maka tidak tersisa lagi perbedaan antara manusia dan makhluk-makhluk lainnya."

# Tambahan# Qada dan qadar adalah hukum sebab akibat spt yg telah kami jelaskan sebelumnya

Tidak akan berlaku sesuatu itu tanpa sebab...dan sebab inilah yg membawa kpd hasilnya (akibat)

Ringkasnya dlm mazhab Ahlul Bayt a.s, keyakinan akan qada dan qadar ini berbeda dari apa yg dipercayai oleh Sunni

Syiah meyakini bahawa Allah, ketika menciptakan alam dan makhlukNya, juga telah menetapkan aturan dan hukum2Nya....dan makhlukNya diberikan kebebasan utk memilih hukum manapun yg mereka sukai, dan akibat dari hukum yg mereka pilih itu dtg dari pilihan hukum yg mereka ambil itu...

Contohnya:

Seseorang itu memilih utk berjalan kaki ke KLCC dari rumanhya yg terletak 10km jauhnya....manakala seorang lagi memilih utk menaiki LRT pada jarak yg sama....secara hukum yg telah Allah tetapkan, yg menaiki LRT pasti akan sampai dahulu...inilah qada dan qadar...kita memilih sbb, dan akibatnya adalah apa yg telah ditetapkan Allah sbg hukum alam...

Sama juga apabila seseorang itu memilih utk menyepak bola dgn kuat dan seorang lagi memilih utk menyepak bola dgn perlahan...akibat dari sebab yg dipilih, yg menyepak bola dgn kuat akan menyebabkan bola itu pergi jauh...inilah qada dan qadar

Dalam soal JODOH....Sunni percaya bahawa Allah telah menentukan jodoh setiap org...ini sama sekali salah

Jika ini benar, berarti kita tidak punya pilihan apapun....sedangkan Allah menyuruh kita utk memilih wanita beriman utk dinikahi....mengapa Allah menyeru kita memilih wanita beriman jika Dia sendiri telah menentukan jodoh kita?

Bagaimana pula dgn org yg sudah berusia, namun masih belum berkahwin? Apakah Allah menafikan jodoh utknya? Bukankah jika kita percaya bahawa jodoh telah ditentukan oleh Allah, bermakna org yg tidak berkahwin ini telah dinafikan haknya oleh Allah? Mengapa?

Jadi, demikianlah perbicaraan kami.. so, kalau korang perhatikan, ajaran2 songsang ni semakin menular di kalangan sunni..

Ajaran2 wahabi songsang mula merebak dalam sunni, tapi sunni tetap taksub dengan cara pelajaran taksub pada tok guru dorg.. sampai hilang keupayaan akal yang sehat untuk berfikir secara rasional..

Last2... sendiri jugak yang bermasalah dan mempalit masalh pada orang lain.. ermm...

Apa yang boleh aku buat... Lepas tangan lah.. biarkna si luncai turun dengan labu-labunya..~

No comments:

Post a Comment