Pages

Sunday, December 18, 2011

Mokhtar Al-Tsaqafi, Pembela Hussein yang dilenyapkan sejarah

Hari ni aku belek2 pesebuk, terjumpa pasal Mohktar Tsaqafi.. Tak penah aku tau figur ni dulu.. hmm.. kalau ikut sunni, pejuang yg jadi tokoh dorg tentu2 Hassan Al-Banna, Syeikh Ibnu Taimiyah, entah2 sape2 tah main ceduk buat ikon sedangkan kita ada lagi figur yang lebih dekat dengan keluarga Nabi Muhammad s.a.w.a.. tak heranlah akhir zaman ni memang ramai orang yg akan lupakan Muhammad s.a.w.a dan orang yg membela keluarga Muhammad s.a.w.a.. hmmm -.-!

Al-Mokhtar Al-Tsaqafi... المختار الثقفي Siapakah Al-Mokhtar Al-Tsaqafi? Mokhtar Al-Tsaqafi adalah salah satu tokoh terkemuka dalam pergerakan pasca Peristiwa Asyura. Ketika Peristiwa Karbala terjadi, Mokhtar ada di penjara. Siapapun yang mengenal tokoh ini dapat mengetahui pesan kebangkitan Imam Husein as. Mengapa Mokhtar mampu membalas para pembunuh Imam Husein as? Siapakah Mokhtar sehingga bisa melanjutkan gerakan Imam Husein as? Mokhtar bin Abu Ubaidah Tsaqafi pada awal tahun hijriah atau 622 masehi, lahir ke dunia. Beliau lahir di tengah keluarga Arab terkemuka. Dalam sejarah disebutkan bahwa Mokhtar adalah sosok yang berani, bijak dan pintar. Bahkan beliau berulangkali menunjukkan kepiawaian dan kecerdasannya dalam berbagai perang. Mokhtar Tsaqafi juga disebut-sebut sebagai sahabat setia Imam Husein as yang mempunyai pengaruh besar di Kufah. Ketika Ubaidillah bin Ziyad berkuasa di Kufah, Mokhtar dijebloskan dalam penjara. Bahkan ia mendekam di penjara hingga pasca Karbala. Menurut sejarah, Mokhtar baru dibebaskan dari penjara, lima tahun setelah Peristiwa Asyura. Setelah bebas, Mokhtar mengkoordinasi massa untuk membalas pembantaian penguasa saat itu atas Imam Husein as. Pada waktu yang tepat, Mokhtar berhasil membangkitkan masyarakat melalui gerakan perlawanannya di tahun 66 hijriah atau 685 masehi. Dalam gerakan itu, Mokhtar mampu menundukkan kota Kufah dan mengendalikan pemerintah selama 18 bulan. Setelah Kufah berhasil dikuasai, Mokhtar menerapkan hukum qishas atau eksekusi atas pembantai-pembantai Imam Husein as di Karbala. Di masa itu, Mokhtar juga berhasil menundukkan berbagai wilayah lainnya. Akan tetapi pada akhirnya, Mokhtar gugur syahid saat berperang dengan pasukan Mus'ab bin Zubeir pada tahun 67 hijriah (686 masehi). Allamah Majlesi yang juga salah satu ulama terkenal asal Iran mengatakan, "Mokhtar menyampaikan kemuliaan-kemuliaan Ahlul Bait as. Bahkan ia meyakini bahwa Ahlul Bait adalah sosok-sosok yang paling layak sebagai pemimpin pemerintah. Beliau juga merasa sedih atas segala musibah yang terjadi pada Ahlul Bait as." Penulis lainnya asal Mesir, Taufiq Abu A'lam, ketika berbicara tentang perjuangan Mokhtar Al-Tsaqafi mengatakan, " Di antara sikap tegas dan kebangkitan dalam menyikapi sejarah yang kelam adalah langkah obyektif Mokhtar Al-Tsaqafi." (ICC)


yang ni pulak yang versi dalam perfileman.. sape kate syiah suka cerca sahabat,? malah kami hormati sahabat yang tidak khianat pada Muhammad s.a.w.a namun kalian pula yg melupakan Muhammad...

Tepuk kepala, lambang kesedihan,
Tepuk dada, sebak ditahan,
Hari asyura hari kesyahidan,
Imam Hussein, cucu kesayangan

bezanya ahli kitab dan pengikut Muhammad meraikan...

No comments:

Post a Comment