Pages

Sunday, July 15, 2012

Anehnya Angka 12 ^_^'


SYARAH SAHIH MUSLIM 1787: WUJUDNYA 12 PEMIMPIN

Sejak kecil dulu aku suka membelek-belek syarah Sahih Bukhari dan Muslim. Bukanlah sebab aku ini seorang yang sangat berhati murni mencintai ilmu, tetapi aku cuma menghabiskan masaku yang terluang dek kerana tidak dapat memegang joystik playstation yang dijajah oleh abang-abang aku di depan televisi rumahku.


Untuk berlagak 'alim lagi ria', maka sepanjang pembacaanku tentang akhlak Junjungan SAAW dan perihal kiamat hampir semuanya aku ketahui. Namun tidak bermakna aku hafalkan kesemua hadisnya.
 
Dan dalam pembacaan itulah aku terjumpa akan hadis tentang 12 khalifah yang akan menguruskan hal Islam sehingga kiamat.

Sungguh, persoalanku tentang 12 khalifah ini ku sangkakan hanyalah mitos penyedap cerita. Kerana apabila aku mengkaji aliran Syiah Itsna 'Asyaariah, mereka juga berpegang dengan keyakinan wujudnya 12 pemimpin ini.



Bahkan di dalam kitab Inji juga telah disebutkan akan munculnya pemimpin daripada keturunan Nabi Ismail a.s yang keturunannya melahirkan Junjungan SAAW.
And as for Ishmael, I have heard you: I will surely bless him; I will make him fruitful and will greatly increase his numbers. He will be the father of TWELVE rulersand I will make him into a great nation.

Genesis 17:20

New International Version (NIV)
Lalu, aku mencari-cari tafsir Quran tentang wujudnya 12 khalifah yang dimaksudkan. Lalu aku ketemukan tafsiran ayat 59 Surah an-Nisa dimana Allah SWT mcmerintahkan kita untuk menaati Ulil Amri, sebuah hadis berdasarkan otoritas sahabat Nabi SAW yang tersohor, Jabir bin Abdillah Anshari. Ketika ayat tersebut (an-Nisa : 59) diturunkan,

Jabir bertanya kepada Nabi SAW,
“Kami tahu Allah dan Nabi, namun siapakah mereka yang diberi otoritas yang ketaatannya nlah digabungkan dengan ketaatan kepada Allah dan dirimu sendiri?”

Nabi SAW berkata,
“Mereka para khalifahku dan imam bagi kaum Muslim sepeninggalku. Yang pertama dari mereka adalah Ali, kemudian Hasan hin Ali, kemudian Husain bin Ali, kemudian Ali bin Husain, kemudian Muhammad bin Ali yang telah disebut al-Baqir dalam Taurat (Perjanjian Iama). Wahai Jabir! Engkau akan menemuinya. Apabila engkau menemuinya, sampaikanlah salamku kepadanya! Ia akan digantikan (kedudukannya) oleh putranya, Jafar Shadiq, kemudian Musa bin Jafar, kemudian Ali bin Musa, kemudian Muhammad bin Ali, kemudian Ali bin Muhammad, Hasan bin Ali. Ia akan disusul oleh putranya, yang nama dan julukannya akan berada sama dengan julukanku. Dialah Bukti Allah (hujjatullah) di muka bumi dan orang yang dibakakan oleh Allah (Baqiyatullah) untuk memelihara akar keimanan di antara manusia. Dia akan menaklukkan seluruh dunia dari timur hingga barat. Sedemikian lama ia akan menghilang dari pandangan para pengikut dan sahabatnya sehingga keyakinan akan kepemimpinannya hanya akan bersemayam di hati-hati orang-orang yang telah diuji keimanannya oleh Allah.”

Jabir bertanya,
“Wahai Rasulullah, apakah para pengikutnya akan mendapatkan faedah dari kegaibannya?”

Nabi SAW menjawab,
“Benar! Demi Dia yang mengutusku dengan keNabian! Mereka akan diberi petunjuk dengan cahayanya, dan mendapatkan manfaat dari kepemimpinannya wlama kegaibannya, sebagaimana manusia mendapatkan manfaat dari kepemimpinannya selama kagaibannya, sebagaimana manusia mendapatkan manfaat dari di balik awan. Wahai Jabir, inilali rahasia Allah yang tersembunyi dan khazanah pengetahuan Allah. Maka jagalah ia kecuali dari orang-orang yang berhak untuk menerimanya"
 [Khazzaz dalam Kifayat al-Atsar-Nya, Muntakhabul Atsar, halaman 101.]
Menurut Sulaiman Al-Qunduzi seorang ulama Sunni menyatakan dalam  kitabnya Yanabi’ al-Mawaddah;


Pada mawaddah ke-10 dari kitab Mawaddah al-Qurba, bagi Sayyid Ali al-Hamadani (semoga Allah SWT mensucikan jalannya dan mencurahkan keberkahannya kepada kita), disebut-kan,
“Dari Abdul Malik bin ‘Umair, dari Jabir bin Samrah yang ber-kata, ‘Saya pernah bersama ayah saya berada di sisi Rasulullah saw, dan ketika itu Rasulullah saw bersabda, ‘Sepeninggalku akan ada dua belas orang khalifah.’ Kemudian Rasulullah saw menyamarkan suar-anya. Lalu saya bertanya kepada ayah saya, ‘Perkataan apa yang disamarkan olehnya?’ Ayah saya menjawab, ‘Rasulullah saw berkata, ‘Semua berasal dari Bani Hasyim.”

Bahkan Al-Qunduzi meriwayatkan banyak hadis lain yang lebih jelas dari hadis-hadis di atas.
Al-Qanduzi telah meriwayat dari ‘Abayah bin Rab’i, dari Jabir yang mengatakan, “Rasulullah saw telah bersabda, ‘Saya adalah penghulu para nabi dan Ali adalah penghulu para washi, dan sesungguhnya para washi sepeninggalku berjumlah dua belas orang. Yang pertama dari mereka adalah Ali, dan yang terakhir dari mereka adalah al-Qa’im al-Mahdi.”
Sungguh aneh sekiranya pengikut-pengikut Ahlu Sunnah tidak mengenali akan hikayat ini.
:(


Ulama terkenal Al-Dzahabi mengatakan dalam bukunya bahwa Sadruddin Ibrahim bin Muhammad bin al-Hamawayh al-Juwayni al-Shafi’i (disingkat Al-Juwayni) adalah seorang ahli Hadis yang 'tsiqah' atau berketrampilan tinggi dan dipercayai. Al-Juwayni menyampaikan dari Abdullah bin Abbas (ra) bahwa Nabi (sawa) mengatakan,
”Saya adalah penghulu para Nabi dan Ali bin Abi Thalib adalah pemimpin para penerus, dan sesudah saya akan ada dua belas penerus. Yang pertama adalah Ali bin Abi Thalib dan yang terakhir adalah Al-Mahdi.”
Tadzkirat al-Huffaz , jilid 4, halaman 298, dan Ibn Hajar al-’Asqalani menyatakan dalam al-Durar al-Kaminah, jilid 1, hal. 67]
Al-Juwayni juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas (r) bahwa Rasulullah (sawa) berkata:
”Sudah pasti bahwa wakil-wakilku dan Bukti Allah bagi makhluk sesudahku ada dua belas. Yang pertama di antara mereka adalah saudaraku dan yang terakhir adalah anak (cucu) ku.”
Orang bertanya: 
“Wahai Rasulullah, siapakah saudaramu itu?”. 
Beliau menjawab: 
“Ali bin Abi Thalib.” 
Lalu beliau ditanyai lagi: 
“ Dan siapakan anak (cucu) mu itu?” 
Nabi yang suci (sawa) menjawab: 
"Al-Mahdi. Dia akan mengisi bumi dengan keadilan dan persamaan ketika ia (bumi) dipenuhi ketidakadilan dan tirani. Dan demi Yang Mengangkatku sebagai pemberi peringatan dan memberiku kabar gembira, meski seandainya masa berputarnya dunia ini tinggal sehari saja, Allah SWT akan memperpanjang hari itu sampai diutusnya (anakku) Mahdi, kemudian ia akan disusul Ruhullah Isa bin Maryam (a.s.) yang turun ke bumi dan berdoa di belakangnya (Mahdi). Dunia akan diterangi oleh sinarnya, dan kekuatannya akan mencapai hingga ke timur dan ke barat.”
 
(GAMBAR HIASAN - NAMA MUHAMMAD ALMAHDI DI DALAM MASJID NABAWI)

Al-Juwayni juga meriwayatkan bahwa Rasulullah (saw) mengatakan:
”Aku dan Ali dan Hasan dan Husain dan sembilan anak cucu Husain adalah yang disucikan (dari dosa) dan dalam kebenaran.” 
[Al-Juwayni, Fara'id al-Simtayn, Mu'assassat al-Mahmudi li-Taba'ah, Beirut 1978, p. 160.]
Sekaitan dengan ayat di atas, Jabir bin Abdillah bertanya,
“Ya Rasulullah, Siapa kah orang-orang yang wajib ditaati seperti yang diisyaratkan dalam ayat ini?”
Rasulullah saw menjawab,
“Yang wajib ditaati adalah para khalifahku wahai Jabir,yaitu para imam kaum muslimin sepeninggalku nanti. Imam pertama mereka adalahAli bin Abi Thalib, kemudian Hasan, kemudian Husein, kemudian Ali bin Husein,kemudian Muhammad bin Ali yang telah dikenal di dalam kitab Taurat dengan nama“Al-Baqir” dan engkau akan berjumpa dengannya wahai Jabir. Apabila engkau nantiberjumpa dengannya, maka sampaikanlah salamku kepadanya. Kemudian setelah ituAs-Shadiq Ja’far bin Muhammad, kemudian Musa bin Ja’far, kemudian Ali bin Musa,kemudian Muhammad bin Ali, kemudian Ali bin Muhammad, kemudian Hasan bin Ali,kemudian yang terakhir ialah Al-Mahdi bin Hasan bin Ali sebagai Hujjatullah dimuka bumi ini dan Khalifatullah yang terakhir."
(Ghayah al-Maram, jilid 10, hal. 267, Itsbat al-Hudat, jilid 3/123 dan Yanabi’ al-Mawaddah, hal. 494, 443-Qundusi al hanafi )

(Halaman Masjid Nabawi - Nama 12 Imam Keturunan Junjungan SAAW)

Al-Juwaini (Seorang ulama Ahlusunah) menukil sebuah riwayat,
Ketika ayat tersebut turun, Abu Bakar dan Umar berkata,
‘Ya Rasul Allah, apakah kepemimpinan ini dikhususkan untuk Ali?’
Rasul menjawab,
‘Ya, wilayah (kepemimipinan) ini diturunkan untuknya dan untuk para washi-ku sampai Hari Kiamat.’
Lalu kedua orang itu berkata lagi,
‘Ya Rasul Allah, jelaskanlah kepada kami siapa sajakah mereka itu?’
Beliau menjawab,
‘Mereka itu adalah Ali, ia adalah saudaraku, wazirku, pewarisku, washiku dan khalifahku bagi umatku, dan dialah wali (pemimpin) setiap mukmin sepeninggalku, kemudian setelahnya adalah cucuku Al-Hasan, kemudian cucuku Al-Husein dan kemudian sembilan orang dari putra-putra keturunan Al-Husein secara berurutan. Al-Qur’an senantiasa bersama mereka, sebagaimana mereka selalu bersama Al-Qur’an, keduanya itu tidak akan pernah berpisah hingga mereka menjumpaiku di telaga Surga.”
[ Ghayatul Maram, bab 58, hadis ke-4.]
 
(Musa Al-Kazhim a.s :Imam ke-7)

(Ali An-Naqi a.s :Imam ke10)

(Muhammad At-Taqi, Al-Jawad a.s : Imam ke-9)

(Ali Ar-Ridha a.s : Imam ke-8)


ANEH JUGA MENGAPA 12 YANG TERPILIH UNTUK DICERITAKAN DALAM QURAN
1. Dan ingatlah ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu ia berfirman “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!” Lalu memancarlah darinya dua belas mata air. Sungguh, setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing – masing ). 
(QS.al-Baqarah : 12).
2. Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan yang ada dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan larrqit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (mulia). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di dalamnya. (QS. at-Taubah : 36)
3. , Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka dua belas orang pemimpin diantara mereka (QS. Al-Maidah : 12 )




MESSAGE: Janganlah percaya kata-kata saya, kerana saya mengeluarkan dalil yang banyak mendokong kepada syiah. Kerana, hujah ahlu sunnah mudah sahaja, selagi anda tidak ahlusunnah, maka anda sesat. Apatah lagi jika anda banyak berhujahkan dalil-dalil yang memperkenalkan siapa ahlu bait.
Dah tentunya anda akan dilabel syiah.

Saya tidak layak menjadi syiah. Apalah kualiti Islam dan Iman yang ada pada saya untuk bergelar syiah. Tetapi saya mengakui, saya ialah peminat tegar ilmuan syiah. Hujah mereka kuat, dalilnya berpaksikan kebenaran. Akhir kata, Quran Mukjizat Terbesar yang terletak pada rahsia isinya. Bukan sebagai penghalau hantu. Sekian wasalam.

No comments:

Post a Comment